Kajian Aswaja NU

Meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai Aswaja dalam beraqidah, bersyari'at dan berakhlak

Kajian Kitab al-Hikam

Membantu menata hati untuk meningkatkan akhlak kepada Alloh dan kepada sesama manusia

Radio Aswaja NU Magetan

Pada frequensi 96,3 Mhz, Radione Wong NU, " Memikat Masyarakat, Merekat Umat ".

Mengawal Gairah Jama'ah dan Jam'iyyah

Menjadi daya pikat bagi masyarakat umum untuk bergabung, dan merekat ukhuwwah intern umat Aswaja .

Media Siar yang menyejukkan

Para Pendengarnya semakin memahami, meyakini dan mengamalkan amaliyah Aswaja.

" LINUS " Minggu Ke III Nopember 2014



TEKS LINUS EDISI III

1
è  Setelah tertunda sehari, karena hujan mengguyur kota Magetan, pelaksanaan pengecoran Lantai Satu Pembangunan Masjid Kubahsongo dapat dilaksanaakan dengan lancar, pada hari Rabu tanggal 12 Nopember 2014.
è  Pengecoran dilaksanakan secara modern yakni dengan menggunakan ready mix  dari Madiun, saat pelaksanaan pengecoran, tampak truck pengangkut material pengecoran yang telah di aduk, hilir mudik keluar masuk area Kantor NU Magetan, sebanayk 9 rit truck molen, masing-masing memuat  6 kubik bahan cor siap pakai, dengan biaya 56 juta rupiah.
è  Atas dukungan semua pihak, pengerjaan tahap pertama, untuk gelombang pertama, Masji Kubahsongo telah menghabiskan biaya sebesar 375 juta rupiah, yang kesemuanya berasal dari dana swadaya murni dari umat dan masyarakat Magetan dan sekitarnya.
è  Pembangunan akan dilanjutkan untuk gelombang berikutnya, yakni lantai dua, yang diperkirakan akan menelan biaya yang tidak jauh berbeda dari gelombang sebelumnya, Panitia Pembangunan melalui juru bicaranya menyampaikan bahwa keikut-sertaan jamaah sangat menopang kelancaran dan kesinambungan pembangunan Masjid yang diprediksi menjadi mercusuar Nahdlatul Ulama Magetan tersebut. Untuk itu, panitia tetap mengharapkan partisipasi dan dukungan dananya, guna melanjutkan pembangunan untuk tahapan berikutnya. Dan sebagai tanda terimakasih panitia telah menyebarkan surat terima kasih dan syahadah kepada para donatur yang masuk hingga awal Nopember 2014
è  Sekitar 15 hari kedepan, setelah penyangga lantai yang telah dicor dilepas, pembangunan akan dilanjutkan untuk gelombang berikutnya

( TIM LIPUTAN RANUM, MELAPORKAN )

2
è SALAH SATU PROGRAM ASWAJA CENTUR NU MAGETAN, MELALUI DIVISI KISWAH ATAU KAJIAN ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH NAHDLIYYAH, DIANTARANYA ADALAH MEMBERIKAN PEMAHAMAN, penghayatan, DAN pengamalan nilai Islam pada manhaj Aswaja NU sebagai prilaku umat dalam kehidupan sehari-hari, DENGAN MEMBENTUK MAJELIS-MAJELIS KAJIAN, RANTING NU RINGINAGUNG MAGETAN ADALAH SALAH SATU DARI SEKIAN MAJELIS KAJIAN ASWAJA YANG TERSEBAR DI KABUPATEN MAGETAN, SECARA RUTIN MENGGELAR KAJIAN ASWAJA SETIAP KAMIS MALAM JUM’AT MINGGU KETIGA.
è PADA KAMIS, 20 NOPEMBER 2014, KAJIAN YANG BERTEMPAT DI MASJID BAITURROHIM, DESA RINGINAGUNG TERSEBUT DIAWALI DENGAN SHOLAT MAGHRIB, DAN SETELAH WIRID DAN SHOLAT SUNNAH, ACARA DILANJUTKAN DENGAN ISTIGHOTSAH DAN KAJIAN YANG MEMBAHAS TENTANG SHOLAWAT DAN ZIARAH KUBUR, DENGAN NARASUMBER DIREKTUR ASWAJA CENTER NU MAGETAN, H. YUSRON KHOLID
è KETUA TANFIDZIYAH RANTING NU RINGINAGUNG, H. MAHFIDZ MENGATAKAN, BAHWA KAJIAN TERSEBUT TERLAKSANA ATAS DUKUNGAN DAN PARTISIPASI JAMAAH, GUNA MENDAPATKAN KEYAKINAN DALAM MENGAMALKAN NILAI-NILAI ISLAM PADA MANHAJ AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH AN-NAHDLIYYAH, SERTA MENDAPATKAN wawasan keislaman yang bermanhaj Ahlus-sunnah wal-jamaah ala NU,  sesuai dengan keberagamaan Rasulullah SAW,  bersama para sahabat
è MAJELIS DIAKHIRI DENGAN SHOLAT ISYA’.
( TIM LIPUTAN RANUM, MELAPORKAN )


3
è JAMAAH MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA YANG MENJADI IKON PARA KAUM IBU DALAM MEREFLEKSIKAN SYIAR NU, SECARA RUTIN TELAH MENGGELAR PERTEMUAN RUTIN DI SEMUA TINGKATAN, BAIK TINGKAT CABANG, ANAK CABANG MAUPUN RANTING.
è PIMPINAN ANAK CABANG MUSLIMAT NU KECAMATAN MAGETAN, MENGGELAR PERTEMUAN PADA HARI  JUM’AT, 21 NOPEMBER 2014, BERTEMPAT DI MASJID BAITUL IMAM MUCHLISIN, JL. KUNTI –SUKOWINANGUN MAGETAN, MULAI PUKUL 15.30
è KETUA PAC MUSLIMAT NU KECAMATAN MAGETAN, HJ. ZULFIAH DALAM SAMBUTANNYA MENYAMPAIKAN, BAHWA PERKEMBANGAN MUSLIMAT NU DI KOTA MAGETAN CUKUP SIGNIFIKAN DAN MENGGEMBIRAKAN, KARENA TELAH TERBENTUK 10 RANTING, DARI 14 DESA KELUARAHAN YANG ADA DI KECAMATAN KOTA, DI MANA DI AWAL MASA HIDMATNYA, HANYA 4 RANTING YANG AKTIF. UNTUK ITU – ZULFIAH MENGAPRESIASI DAN BERHARAP, SEMOGA EMPAT RANTING LAINNYA SEGERA DAPAT BERGABUNG.
è AGENDA RUTIN PADA SETIAP PERTEMUAN YANG DIGELAR SETIAP BULAN TERSEBUT ADALAH SHOLAWATAN AD-DIBA’I ATAU YANG DIKENAL DENGAN DIBA’AN. DAN ACARA DIAKHIRI DENGAN MAU’IDHOH HASANAH DAN DOA

( TIM LIPUTAN RANUM, MELAPORKAN )

4
è MAJELIS DZIKIR AL-ASMAUL HUSNA MERUPAKAN SALAH SATU MAJELIS YANG DIKEMBANGKAN DI LINGKUNGAN NAHDLATUL ULAMA, BAHKAN KIAN DIKENAL DAN DI AMALKAN OLEH WARGA NU, DENGAN NADHOM AL-ASMAUL HUSNA-NYA.
è SELAIN MENGGELAR RUTINAN, MAJELIS DZIKIR AL-ASMAUL HUSNA SETIAP TAHUN MENGADAKAN DZIKIR YANG DIPUSATKAN DI MASJID AGUNG KOTA SEMARANG, TAHUN INI MAJELIS DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 22 NOPEMBER 2014, DENGAN AMALIYAH 1000 X DZIKIR AL-ASMAUL HUSNA
è PENGURUS KABUPATEN MAGETAN, SETIDAKNYA MENGIRIM SEKITAR 500 JAMAAH DENGAN 10 BIS MENUJU IBU KOTA PROPINSI JAWA TENGAH TERSEBUT. WINARTO, SELAKU KOORDIANTOR MENYAMPAIKAN BAHWA, SETELAH GELARAN DZIKIR, JAMAAH AKAN DIAJAK MELAKUKAN RANGKAIAN ZIARAH WALI DI WILAYAH JAWA TENGAH, DIANTARANYA SUNAN KALIJAGA, SUNAN MURIA DAN SUNAN KUDUS, DAN DIPERKIRAKAN ROMBONGAN AKAN TIBA KEMBALI DI MAGETAN, PADA HARI AHAD, 23 NOPEMBER 2014.
( TIM LIPUTAN RANUM, MELAPORKAN )




LINUS ( Lintasan Informasi NU Sepekan ) EDISI I- Nop 2014

 


 LINUS ( Lintasan Informasi NU Sepekan ) EDISI I- Nop 2014

1
SEMARAK DALAM MEMPERINGATI DATANGNYA TAHUN BARU ISLAM 1436 HIJRIYAH.
KELUARGA BESAR LEMBAGA PENDIDIKAN  KOMPLEK KANTOR NU MAGETAN, MENGGELAR PAWAI GEMPITA MUHARRAM, BERTAJUK : DENGAN DATANGNYA TAHUN BARU 1436 ,KITA PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM WADAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. JUM’AT, 24 OKTOBER 2014
è PAWAI YANG MENGAMBIL START DI DEPAN PENDOPO SURYA GRAHA MAGETAN ITU, DIIKUTI OLEH SELURUH CIVITAS AKADEMIKA PAUD DAN TK MUSLIMAT NU, SERTA SEKOLAH DASAR ISLAMIYAH NU MAGETAN, MULAI DARI PARA SISWA, GURU SERTA TIDAK SEDIKIT WALI SISWA.
è DALAM SAMBUTAN PEMBERANGKATAN, KOORDINATOR PELAKSANA MENYAMPAIKAN, BAHWA PAWAI KALI INI ADALAH PUTARAN YANG KEDUA, DAN PAWAI INI AKAN DIJADIKAN AGENDA TETAP, DAN AKAN DIGELAR SETIAP TAHUN, DAN RENCANANYA TAHUN DEPAN AKAN MELIBATKAN SEKOLAH YANG BERAFILIASI NAHDLATUL ULAMA
=> DIBAWAH TERIK MATAHARI, TAMPAK PARA PESERTA BEGITU ANTUSIAS, BAHKAN TAK JARANG MENDAPATKAN APRESIASI DARI MASYARAKAT, DI SEPANJANG JALUR YANG DILALUI.
=> FORMASI PAWAI KALI INI, DI AWALI DENGAN PASUKAN BENDERA DAN PANJI-PANJI YANG DIIRINGI OLEH PASUKAN DRUM-BAND GITA NAWA, DISUSUL KEMUDIAN OLEH PROSESI KERAJAAN SAMUDERA PASAI DENGAN KERETA KENCANA, LALU PESERTA YANG BERDANDAN SEBAGAI PUNGGAWA, DOMAS DAN PENGIRING, KEMUDIAN SEPASUKAN BHINNEKA TUNGGAL IKA YANG MENGUSUNG BUSANA ADAT, DAN YANG CUKUP MENARIK, DIANTARA PESERTA PAWAI ADA YANG MENAMPILKAN TOKOH-TOKOH PENDIRI NU, PENGURUS DAN JAJARANNYA.
=> SELAIN ITU, ANEKA PROFESI JUGA DI PERAGAKAN, SEBELUM KEMUDIAN DIAKHIRI DENGAN SISWA PAUD MUSLIMAT DENGAN BUSANA ADAT DI ATAS LAJU KERETA KUDA.
=> PAWAI BERAKHIR DI HALAMAN KANTOR PENGURUS CABANG NU MAGETAN. DI JALAN MT. HARYONO NOMOR 9 MAGETAN

2.

INFORMASI SELANJUTNYA, TENTANG PERTEMUAN RUTIN PENGURUS CABANG NU MAGETAN :
DALAM RANGKA MENINGKATKAN UKHUWWAH DAN SEBAGAI WAHANA KONSOLIDASI, PENGURUS CABANG NU MAGETAN MENGGELAR PERTEMUAN RUTIN YANG DIKENAL DENGAN LAILATUL IJTIMA’ ATAU LI, AKAN TETAPI KARENA KONDISI DAN BEBERAPA PERTIMBANGAN, MAKA PERTEMUAN TERSEBUT BEBERAPA BULAN TERAKHIR DI HELAT DISIANG HARI,
JUM’AT, 31 OKTOBER 2014, SELEPAS SHOLAT JUM’AT, PERTEMUAN DILAKSANAKAN DI KEDIAMAN H. JERYANUDIN, MOJOPURNO-NGARIBOYO,
DALAM AMANAHNYA, RAIS SYURIAH PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA MAGETAN, KH. SOFWAN MENYAMPAIKAN PERLUNYA PERTEMUAN SEMACAM ITU, UNTUK DIPERTAHANKAN DAN DILESTARIKAN, GUNA MENGAWAL PROGRAM KERJA PENGURUS DALAM RANGKA MENGEMBAN AMANAH JAMIYYAH DAN JAMAAH.
SEMENTARA ITU, KETUA TANFIDZIYAH, H. MANSHUR, M.Pd.I  MEMINTA SELURUH JAJARAN PENGURUS, LEMBAGA, LAJNAH DAN BADAN OTONOM, UNTUK SENANTIASA MELAKSANAKAN TUGAS DAN AMANAH SECARA MAKSIMAL, AGAR RODA ORGANISASI MEMBERIKAN KHIDMAT POSITIF. DAN DALAM PERTEMUAN TERSEBUT JUGA DILAKUKAN EVALUASI TERHADAP KINERJA ORGANISASI

3
INFORMASI  BERIKUTNYA TENTANG GELARAN PENGAJIAN LINTANGSONGO
PENGAJIAN LINTANGSONGO YANG DILAKSANAKAN SETIAP TANGGAL 9 BULAN HIJRIYYAH , MERUPAKAN PROGRAM ASWAJA NU CENTER MAGETAN, MELALUI DIVISI KISWAH ATAU KAJIAN ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH.
TEPATNYA PADA TANGGAL 1 NOPEMBER 2014, PADA PUTARAN KE 19 BULAN MUHARRAM 1436, HADIR SEBAGAI NARASUMBER : KH. ALI MAHSUN DARI BOJONEGORO, PENGAJIAN TERSEBUT MULAI PUKUL 8 MALAM TELAH DILANTUNKAN SHOLAWAT YANG DIIRINGI OLEH JAM’IYYAH AHBAABUL MUSTHOFA MAGETAN, KOORDINATOR KECAMATAN PLAOSAN.
SEBELUM KAJIAN DIMULAI, ACARA DIAWALI DENGAN AMALIYAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, TAHLIL DAN AL-ASMAA UL HUSNA YANG DIIMAMI OLEH KH. ABDUL WAHID, PENGASUH PONDOK PESANTREN MIFTAFU NUURUL HUDA, JOSO-TURI-PANEKAN.
DALAM WAWANCARANYA, DIREKTUR ASWAJA NU MAGETAN, H. YUSRON KHOLID MENYAMPAIKAN :

ACARA DIAKHIRI DENGAN DOA, DAN DIAMINI OLEH SEKITAR 600 JAMAAH YANG HADIR. SEDANGKAN JADWAL PENGAJIAN  PUTARAN KE 20, AKAN DIGELAR PADA TANGGAL 1 DESEMBER 2014, DENGAN NARASUMBER KH. SYUKRON JAZILAN BADRI DARI SURABAYA

4

UNTUK MENDAPATKAN LIMPAHAN RAHMAT DARI ALLOH SWT, DIANTARANYA DENGAN MENYIMAK BACAAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN, ITULAH SALAH SATU PROGRAM JAM’IYYATUL QURRO’ WAL HUWWADZ, PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA MAGETAN, SEBAGAI UPAYA MENGGAPAI KEBERKAHAN HIDUP.
AHAD, 2 NOPEMBER 2014 DIGELAR SIMAAN AL-QUR’ANUL KARIM, BERTEMPAT DI HALAMAN MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI PANEKAN.
SIMAAN ALQUR’AN YANG DIMULAI USAI SUBUH TERSEBUT DIPANDU OLEH PARA HAFIDZ DARI SELURUH PENJURU MAGETAN, SEDANGKAN JAMAAH HADIR SECARA  BERGELOMBANG, HINGGA SORE SAAT KHOTAMAN DIGELAR.
ACARA SIMAAN AL-QURAN KALI INI SEMAKIN BERMAKNA RASANYA, SETELAH KH. SYAROFUDDIN DARI REMBANG MENYAMPAIKAN TAUSHIYAH SEBAGAI PENUTUP RANGKAIAN PROSESI SIMAAN, YANG DIGELAR SETIAP 2 LAPAN SEKALI, DI 18 KECAMATAN SECARA BERGANTIAN.

5

PROGRAM PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA YANG CUKUP SPEKTAKULER ADALAH PEMBANGUNAN MASJID KUBAHSONGO SERTA PERKANTORAN, YANG TERDIRI DARI TIGA LANTAI.
PADA TAHAP PERTAMA INI, HINGGA 1 NOPEMBER 2014, PANITIA TELAH MENYELESAIKAN PROSES PONDASI SERTA PANCANG TIANG LANTAI DASAR.
MASJID YANG DIBANGUN SECARA SWADAYA JAMAAH INI, HINGGA AWAL NOPEMBER TELAH TERKUMPUL INFAQ JARIYAH SEKITAR 200 JUTA.
KETUA PANITIA PEMBANGUNAN, H. ARIFIN. M.Pd.I MENYAMPAIKAN BAHWA RENCANA PENGECORAN LANTAI DASAR DIPERKIRAKAN SEKITAR TANGGAL 10 NOPEMBER 2014. ARIFIN JUGA MENYAMPAIKAN RASA TERIMA KASIHNYA KEPADA JAMAAH DAN MASYARAKAT ATAS SHODAQOH JARIYAH YANG TELAH DISERAHKAN KEPADA PANITIA, DENGAN IRINGAN DOA, SEMOGA MENJADI JARIYAH YANG DITERIMA ALLOH SWT.
MASJID KUBAHSONGO YANG BERLOKASI DI JL. MT. HARYONO 9 MAGETAN INI, HINGGA PROSES FINISHING DIPERKIRAKAN MEMBUTUHKAN DANA SEBESAR 6,9 MILYAR RUPIAH. DANA SEBESAR ITU TENTUNYA DIPEROLEH DARI JAMAAH DAN UMAT SERTA PIHAK LAIN SECARA SAH DAN HALAL, DEMI TERWUJUDNYA MERCUSUAR BAGI JAMAAH DAN JAM’IYYAH NAHDLATUL ULAMA MAGETAN
( Dilaporkan oleh RANUM's Crew )


Doa Untuk Anak dan Keturunan

Ijazah dari Habib Umar Muthohhar – Semarang اللَّهُمَّ بَارِكْ لِى فِى أَوْلاَدِى, وَاحْفَظْهُمْ وَلاَ تَضُرُّهُمْ, وَوَفِّقْـهُمْ لِطَاعَتِكَ, وَارْزُقْنِى بِرَّهُـمْ, بِرَحْمَتِكَ يَـاأرْحَـمَ الرَّاحِمِيْنَ Alloohumma baarik lii fii aulaadiiy, wah-fadh-hum walaa tadhurruhum, wawaffiqhum li-thoo’atika, war-zuqnii birrohum, birohmatika yaa ar-hamar-roohimiin Artinya : Ya Alloh, berkahi aku di dalam diri anak-anak ku, dan jagalah mereka serta janganlah Engkau bahayakan, dan limpahi mereka taufik untuk taat kepada-Mu, dan karuniakan kepadaku “ ketaatan mereka ( birrul waalidain ) kepadaku, dengan rahmatMu ya Alloh, Dzat yang Maha Penyayang Catatan : dibaca setiap setelah membaca do'a ba'da adzan

Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya, dalam pembangunan masjid KUBAHSONGO, semoga menjadi amal jariyah maqbuulah, aamiin

Kegiatan Muslimat NU Magetan


ISTIGHOTSAH

Kata “istighotsah” استغاثة berasal dari “al-ghouts”الغوث yang berarti pertolongan. Dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) "istaf’ala" استفعل atau "istif'al" menunjukkan arti pemintaan atau pemohonan. Maka istighotsah berarti meminta pertolongan. Seperti kata ghufron غفران yang berarti ampunan ketika diikutkan pola istif'al menjadi istighfar استغفار yang berarti memohon ampunan.

Jadi istighotsah berarti "thalabul ghouts"
طلب الغوث atau meminta pertolongan. Para ulama membedakan antara istghotsah dengan "istianah" استعانة, meskipun secara kebahasaan makna keduanya kurang lebih sama. Karena isti'anah juga pola istif'al dari kata "al-aun" العون yang berarti "thalabul aun" طلب العون yang juga berarti meminta pertolongan.

Istighotsah adalah meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit. Sedangkan Isti'anah maknanya meminta pertolongan dengan arti yang lebih luas dan umum.

Baik Istighotsah maupun Isti'anah terdapat di dalam nushushusy syari'ah atau  teks-teks Al-Qur'an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al-Anfal ayat 9 disebutkan:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ

"(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu." (QS Al-Anfal:9)

Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah SWT, saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar dimana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat.

Dalam surat Al-Ahqaf ayat 17 juga disebutkan;
وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ

"Kedua orang tua memohon pertolongan kepada Allah." (QS Al-Ahqaf:17)

Yang dalam hal ini adalah memohon pertolongan Allah atas kedurhakaan sang anak dan keengganannya meyakini hari kebangkitan, dan tidak ada cara lain yang dapat ditempuh oleh keduanya untuk menyadarkan sang anak kecuali memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari kedua cuplikan ayat ini barangkali dapat disimpulkan bahwa istighotsah adalah memohon pertolongan dari Allah SWT untuk terwujudnya sebuah "keajaiban" atau sesuatu yang paling tidak dianggap tidak mudah untuk diwujudkan.

Istighotsah sebenamya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata istighotsah konotasinya lebih dari sekedar berdoa, karena yang dimohon dalam istighotsah adalah bukan hal yang biasa biasa saja. Oleh karena itu, istighotsah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai dengan wirid-wirid tertentu, terutama istighfar, sehingga Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan itu.

Istighotsah juga disebutkan dalam hadits Nabi,di antaranya :
إنَّ الشَّمْسَ ‏تَدْنُوْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَبْلُغَ الْعَرَقُ نِصْفَ الْأُذُنِ, فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ اسْتَغَاثُوْا بِآدَمَ ثُمَّ ‏بِمُوْسَى ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ

Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat, sehingga keringat sebagian orang keluar hingga mencapai separuh telinganya, ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighotsah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam, kemudian kepada Nabi Musa kemudian kepada Nabi Muhammad. (H.R.al Bukhari).

Hadits ini juga merupakan dalil dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dengan keyakinan bahwa seorang nabi atau wali adalah sebab. Terbukti ketika manusia di padang mahsyar terkena terik panasnya sinar Matahari mereka meminta tolong kepada para Nabi. Kenapa mereka tidak berdoa kepada Allah saja dan tidak perlu mendatangi para nabi tersebut? Seandainya perbuatan ini adalah syirik niscaya mereka tidak melakukan hal itu dan jelas tidak ada dalam ajaran Islam suatu perbuatan yang dianggap syirik.

Sedangkan isti'anah terdapat di dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS Al-Baqarah: 45)

Berikut ini adalah doa-doa yang dibaca dalam istighotsah, sebagaimana dalam buku “Panduan Praktis Istighotsah” oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU):
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
الفَاتِحَة x1

(Surat Al-Fatihah)
أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ x3

Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x3

Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah
أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ x3

Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad berserta keluarganya
لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ x40

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat dzalim
يَا اَللهُ يَا قَدِيْمُ x33

Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permualaan
يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ x33

Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat
يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ x33

Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta
يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللهُ x33

Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, ya Allah
يَا خَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أسْتَغِيْثُ x33

Wahai Dzat Yang Hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-MU
يَا لَطِيْفُ x41

Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا x33

Aku mohon ampung kepada Allah Yang Maha Agung, sunggu Allah Dzat Yang Maha Pengampun
أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي

يَا اَللهُ x3

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami, Ya Allah Ya Allah Ya Allah
أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ x1

Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau

يَا بَدِيْعُ x41

Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ x33

Cukup bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik penolong
يس x1

(Surat Yasiin)
اللهُ أكْبَرُ يَا رَبَّنَا وَإلَهَنَا وَسَيِّدَنَا أنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ x3

Allah maha besar maha mulia, Wahai Tuhan kami, sesembahan kami, tuan kami, Engkau-lah penolong kami, menangkan kami atas orang­orang kafir
حَصَّنْتُكُمْ بِالْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ أبَدًا وَدَفَعْتُ عَنْكُمُ السُّوْءَ بِألْفِ ألْفِ ألْفِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x3

Aku mohonkan pemeliharaan untuk kalian kepada Dzat yang maha hidup dan terus menerus mengatur hamba-Nya yang tidak pernah mati selamanya, dan aku tolak dan hindarkan dari kalian segala keburukan dengan sejuta bacaan “La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلَى دَيْنِ الإسْلَامِ x3

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat dan petunjuk kepada agama Islam
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x1

Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali la. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali la. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada kenikmatan melainkan dari Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tiada daya untuk berbuat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah dan tiada kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah yang maha Mulia dan maha agung
سَألْتُكَ يَا غَفَّارُ عَفْوًا وَتَوْبَةً وَبِالْقَهْرِ يَا قَهَّارُ خُذْ مَنْ تَحَيَّلَا x3

Ya Allah, aku memohon ampunan dan taubat yang diterima kepada-Mu Ya Allah yang maha pengampun, dan dengan kekuatan dan kekuasaan-Mu Wahai Dzat yang maha mengalahkan, tundukkan dan hukumlah orang yang melakukan tipu muslihat dan ingin mencelakai kami
يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَا ذَا الْبَطْشِ الشَّدِيْدِ خُذْ حَقَّنَا وَحَقَّ الْمُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ ظَلَمَنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَتَعَدَّى عَلَيْنَا وَعَلَى الْمُسْلِمِيْنَ x3

Wahai Dzat yang maha mengalahkan, maha menundukkan, Dzat yang keras azab-Nya, ambilkan hak-hak kami dan hak-hak umat Islam dari orang-orang yang menzhalimi kami dan menzhalimi umat Islam, yang telah menganiaya kami dan menganiaya umat Islam
الفَاتِحَة x1

(Surat Al-Fatihah)
التَّهْلِيْل



KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU & MEMBACA AL-QUR’AN

Pengetahuan yg kurang tentang Islam bisa jadi karena pelajaran agama ditempatkan sama dengan ilmu pengetahuan lain (IPA, IPS dsb) yg cuman dipelajari klo mau ulangan & dilupakan klo ulangannya dah selesai. Ilmu agama dipahami sebatas akal, tidak diresapi ke dalam hati. Selain itu, merasa ilmu dari sekolah itu sudah cukup sehingga tidak belajar dari sumber2 lain, bosan mendengar ceramah, bercanda ketika mendengarkan khotbah, dsb. Manusia pikir semakin banyak tau semakin merasa kebanyakan aturan, hingga memilih untuk lebih baik tidak tau. Tapi perlu disadari bahwa ”tidak tau” itu sangat2 berbeda dg ”tidak mau tau”. Hudzaifah Ibnuh Yaman r.a. ditanya, ”Malapetaka apakah yg paling besar yg menimpa umat manusia?” Ia menjawab, ”Apabila dihadapkan kepadamu sesuatu yg baik & sesuatu yg buruk lalu kamu tidak tau yg manakah yg kan kamu pilih”. Untuk mengetahui mana yg baik mana yg buruk tentu dibutuhkan pemahaman ilmu. Bahkan, kalau kebanyakan manusia tidak mau tau bin cuek terhadap ilmu, bisa jadi kiamat sudah dekat, karena Rasulullah saw bersabda, ”Di antara tanda2 hari kiamat adalah diangkatnya ilmu pengetahuan, disebarnya kebodohan, diminumnya khamr (minuman keras), dan merebaknya perzinaan” (HR Bukhari).

Sebenarnya aturan2 Islam itu ditetapkan untuk kebaikan kita. Misalnya kita ambil contoh Microsoft. Yg menciptakan kan Bill Gates, jadi yg paling tau tu dia khan? Trus dia bikin aturan main berupa buku manual sebagai petunjuk penggunaan. Caranya gini gitu, gak boleh diginiin gak boleh digituin dsb. Klo para pengguna tu tidak mau tau petunjuk penggunaan tersebut, bakalan salah pencet lah, programnya gak bisa jalan lah, cepet rusak lah dsb. Begitupun manusia. Allah yg menciptakan. Allah yg paling tau aturan main yg terbaik buat kita. Tergantung kitanya, mau belajar aturan main Allah ato kagak. Mau mengkaji Al-Qur’an & sunnah ato gak, mau nanya ke para ulama/orang2 yg lebih tau ato gak, supaya kita bisa jawab soal & lulus di ujian akhir akhirat kelak. Ketika kita paham, bukan rasa terkekang kok yg muncul, tapi rasa bahwa Allah itu ingin melindungi kita, bahwa Allah itu sayang kita. Di riwayat Bukhari-Muslim, dikisahkan bahwa pada suatu perang, seorang ibu terpisah dari bayinya.
Ibu itu menangis terus & terus berusaha mencari anak yg sangat disayanginya itu. Mereka akhirnya dipertemukan. Tentu saja ibu itu sangat bahagia, tak henti memeluk & mencium anaknya. Kemudian Rasulullah bertanya kepada para sahabat, ”Tegakah ibu tersebut melemparkan anaknya ke api?”, sahabat menjawab, ”Tidak ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah berkata, ”Demi Allah, sungguh Allah lebih sayang terhadap hamba-hamba-Nya daripada ibu ini terhadap anaknya.”

Keutamaan Hadir di Majelis Ilmu :
1. ”Tidak berkumpul suatu kaum di sala satu rumah Allah Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjung oleh Allah di hadapan para makhluk yang di sisi-Nya” (HR Abu Dawud)
2. Seperti berkumpul di taman surga (HR Ibn Umar)
3. “Tidaklah seseorang mendapatkan sesuatu yg lebih berharga daripada ilmu karena ilmu mengantarkan pemiliknya kepada petunjuk & mencegahnya dari kebunasaan. Seseorang tidak dapat lurus agamanya sebelum lurus akalnya” (ath-Thabrani)
4. “Barangsiapa yg dikehendaki kebaikan oleh Allah swt, maka dia akan dipahamkan tentang agama” (HR Bukhari-Muslim)
5. Mempelajari sungguh2 satu ayat lebih baik dari shalat sunnah 100 rakaat, satu bab lebih baik dari shalat sunnah 1000 rakaat (HR Ibn Majah)

Keutamaan Membaca & Mempelajari Al-Qur’an :
1.”Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari)
2. ”Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya” (HR Tirmidzi)
3. ”Perumpamaan orang yg membaca al-Qur’an sedang ia hafal, dengannya bersama para malaikat yg suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya (belum lancar membacanya) maka baginya dua pahala” (Mutafaq ’alaih)
4. ”…karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca” (HR Tirmidzi)
5. ”Siapa saja membaca al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagai sinar matahari, dan dikenakan kepada orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia” (HR Hakim)
6. ”Puasa dan al-Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat…” (HR Ahmad dan al-Hakim)
Wallahua’lam bisshowab.